Kapanlagi.com - Tim mahasiswa jurusan Biologi ITS Surabaya menjadikan mangrove (bakau) untuk sirup.
“Kami tahu di Bali bisa dimanfaatkan sebagai makanan, maka kami berpikir mangrove juga bisa dimanfaatkan sebagai sirup,” kata anggota tim mahasiswa pembuat sirup mangrove, Agus Satriyono, di Surabaya, Minggu (08/09).
Oleh karena itu, katanya, dirinya bangga ketika ITS berkenan memperkenalkan sirup mangrove dengan menjadikannya sebagai sajian dalam wisuda sarjana ke-95 ITS Surabaya (08/09).
“Pak rektor sendiri bilang bahwa sirup dari tanaman yang biasanya hanya dikenal sebagai tanaman pantai penahan abrasi air laut itu, dimungkinkan baru pertama ada,” katanya.
Di beberapa daerah, juga sudah ada mangrove yang dimanfaatkan sebagai bahan olahan makanan.
“Di Balikpapan, misalnya, dijadikan bahan pembuatan permen dan di Bali dijadikan bahan campuran rujak. Karena itu, kami berpikir bahwa mangrove juga bisa untuk sirup,” katanya menjelaskan.
Namun, katanya, tidak semua jenis mangrove bisa dijadikan bahan makanan atau minuman. Misalnya, mangrove dari jenis tanaman yang buahnya seperti apel atau bogem (sebutan masyarakat Jawa) atau pedada (sebutan masyarakat Bali).
“Keistimewaan dari minuman mangrove yang berasa sedikit asam itu banyak mengandung vitamin C dan zat yodium, karena tumbuh di pantai,” katanya mengungkapkan.
Bahkan, kadar zat yodium dalam mangrove itu sama dengan yang terdapat di dalam ikan laut.
Menurut direktur Center for Enterpreneurship Development (CED) ITS, Ir Widya Utama PhD, Sirup Mangrove Apple (SMA) itu, sudah melalui uji klinis di Balai Penelitian dan Konsultasi Industri Jawa Timur.
“Jadi, keamanan dan kenyamanannya sudah teruji, sehingga siap dipasarkan ke masyarakat. Apalagi kami sudah mengenalkan dalam bentuk kemasan gelas plastik kepada 2.488 wisudawan dan ribuan undangan,” katanya manambahkan. by.lpk

No comments:
Post a Comment