Tuesday, May 27, 2008

DILARANG PACARAN SISWA SMA GANTUNG DIRI

JEMBRANA - Ni Komang Evi Rahayu (15) warga banjar Warnasari, Desa Warnasari, Melaya nekat melakukan aksi gantung diri gara-gara permasalahan yang sepele sering dimarahi oleh ibunya karena sering pacaran.

Korban ditemukan dalam kondisi menggantung pada pohon cokelat dengan menggunakan tali nilon warna putih di belakang rumahnya Minggu(20/4/2008). Dan yang pertama kali menemukan adalah ibu kandungnya Ni Wayan Rani (4 8) ketika akan sembahyang purnama di belakang rumahnya. “Saya terkejut melihat anak saya sudah menggantung di pohon cokelat,” ujarnya.

Kapolsek Melaya, AKP I Nengah Mandi mengungkapkan, siswi SMA Negeri 1 Melaya kelas 1 tersebut murni melakukan aksi gantung diri. Dia melakukan aksi gantung diri karena frustasi sering dimarahi oleh ibunya. “Mungkin maksud ibunya baik melarang putrinya untuk tidak pacaran karena masih pelajar. Tapi, korban menyalahartikan,” ungkap Mandi.

Menurut Mandi, dari tubuh korban tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan. Saat ditemukan kondisi leher korban sudah penuh dengan tanda jejas dan bagian anusnya sudah terlihat membuka dan mengeluarkan kotoran.

“Dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan ulah korban adalah murni gantung diri,” ungkapnya.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri kata Mandi, korban sering mengurung diri di dalam kamarnya. Kadang dia keluar rumah untuk pacaran dengan cara sembunyi-sembunyi.

“Korban kalau pacaran selalu sembunyi-sembunyi agar tidak ketahuan oleh ibunya,” ungkap Mandi. by Hendrik Indra Dwi Yulianto/Sindo/fit

No comments: